DAHSYATNYA ARUNG JERAM SUNGAI ELO
![]() |
| Action di samping Bus |
Rinai hujan pada jumat malam 04 Des 2015 dini hari tak
menyurutkan aku dengan istreriku untuk berangkat menuju start rombongan di
Kankemenag Pacitan. Kami berangkat dari tepat pukul 01.00 WIB. dengan 2 bus
Wisata Aneka Jaya membawa rombongan menuju Magelang. Deru bus serta alunan
musik me mecah kesunyian malam menghantar
dingin, sehingga melelapkan tidur peserta 90 orang malam itu, yang akan menuju tempat untuk melakukan tes adrenalin. Ya, mengarungi jeram-jeram sungai Elo yang
terletak di Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Tak
terasa dalam lelap sekitar 3,5 jam perjalanan kami tiba di Kampung Ulu
Resort, Magelang.
![]() |
| Action di Kampung Ulu Resort |
Rombongan
turun dari bus langsung menuju tempat wudhu untuk melaksanakan salat subuh
bersama-sama. Rona matahari pagi yang kami tunggu-tunggu untuk diabadikan dalam
foto digital ternyata diselimuti mendung. Bagi yang suka selfie ia memanfaatkan
moment untuk selfie dengan latar belakang tulisan yang cukup besar “Kampung Ulu
Resort”. Sebagian dari mereka meminta penulis untuk mengabadikan dengan kamera
DSLR dengan kaos seragam Rafting Elo dari panitia.
Semetara
yang lainnya ada yang menuju resto untuk coffee morning sembari menunggu meeting
poin di “Joglo Sriwijaya”. Bus-bus dari beberapa daerah mulai
berdatangan, terlihat beberapa kelompok dari institusi nampak pada kaos seragam
yang dikenakannya. Tepat pada pukul 05.30 Sabtu pagi kami kumpul sembari
menikmati hangatnya kopi pagi dan teh panas, sekaligus mendapatkan arahan dan
sarapan pagi.
![]() |
| Sarapan Pagi di Joglo Sriwijaya |
![]() |
| Ngopi |
Pukul
07.00 kami dijemput angkot menuju lokasi
start dengan mobil angkot serta perahu
yang terikat di atap angkot kami tersebut. Angkot2 yg mengangkut kami berjalan
cukup kencang kendati jaraknya dari “Kampung Ulu Resort” sekitar 4 km atau 15
menit (plus lampu merah-pen). seolah tahu keinginan kami untuk segera tiba di
tujuan yaitu sungai Elo.
Sebelum
memulai rafting Pemandu dari penyelenggara membagi kami menjadi 15 kelompok
yang masing2 dari perahu terdiri dari 6 orang. Lalu pemandu memberikan arahan
cara menggunakan dayung hingga cara mengantisipasi saat terjadi masalah untuk
keselamatan kami selama melakukan pengarungan tersebut. Dan kamipun segera
menuju perahu yg parkir di pinggiran sungai dengan menuruni jalan yang cukup
licin Beberapa ratus meter dari titik start keadaan air masih flat dan tenang.
Perahu
yang kami naiki berjumlah 6 orang yang ternyata hanya penulis dan 1 pemandu yang punya jam tebang bermain
dayung. Dua
ratus meter kemudian akhirnya jeram pertama yang dinantikan pun sudah telihat.
Kamipun masuk ke jeram pertama dengan teriakan yang menambah suasana fun lebih
terasa. Beberapa jeram selanjutnyapun kami arungi dengan lancar hingga akhirnya
pada jeram yang cukup besar ada beberapa peserta yang terjatuh, Byuuurr ...... Heee ..... mereka yang jatuh tidak bisa renang harus
puas minum kopi susu khas air sungai Elo yang semalam diguyur hujan.
![]() |
| Baca Sebelum Rafting |
![]() |
| Start Rafting |
Penulis
yang sudah terlatih dalam urusan dayung justeru bisa usil menyalip peserta
lainnya sembari memberi hadiah siraman air pada peserta lain yang dilaluinya.
Tidak peduli atasan atau bahawan saat di kantor, tapi di arung jeram semuanya
peserta, mereka fun-fun aja kendati dapat siraman air pun juga penulis
happy-happy aja saat mendapat siraman dari mentor/guide rafting senior sungai
Elo yang mungkin merasa jengkel karena tali perahunya penulis tarik dari
belakang untuk menyalip. Sang mentor akhirnya menarik baju pelampung penulis
dengan stik dayung, Byuuuur ...... penulis akhirnya juga jatuh. No problem !!! Bisa renang ... heee .....
Yang
membuat beda dari sungai Elo adalah sungainya tidak selebar Progo Atas sehingga
arus tidak terlalu deras, bahkan banyak spot yang bisa digunakan untuk berenang
bebas. Rafting sekali lagi merupakan olahraga yang fun, jadi jangan tersinggung bila mendapati
perahu lain menguyur air ke badan atau bahkan sampai menceburkan kita ke
sungai.
Di
tengah pengarungan sungai kami berhenti dan menyempatkan beristirahat sekitar
setengah jam untuk menikmati penganan ringan dan kelapa muda yang telah
disediakan oleh penyelenggara, sejuk dan manis terasa air kelapa yg kami minum
menawarkan dahaga dan lelah selama pengarungan. Selesai beristirahat kami
segera melanjutkan perjalanan rafting kami yang tinggal 6 km.
Sungai
elo cukup banyak memiliki flat arus yang sangat tenang, peserta yang sangat
kecanduan berenang atau main air tepatnya sungguh kegirangan karena menemukan
“kolam renang” yang panjang dengan airnya yang cukup sejuk, belum lagi
pemandangan yang indah yang terkadang dipagari tebing-tebing dengan pepohonan
bambu yang rindang
Tak
terasa 3,5 jam kami telah selesai rafting, kami segera dibawa kembali ke
meeting poin “Kampung Ulu Resort” di daerah Mungkid untuk mandi dan mengganti
pakaian dan tentu saja santap siang bersama. Meski menu makanan jauh dari mewah
namun perut-perut lapar terlihat lancer melahap sepiring makanan tanpa
jeda.
Usai
santap siang sekita jam 13.00 WIB. bus yang sama membawa kami menuju Malioboro
Jogja hingga jam 17.00. Selanjutnya rombongan
menuju arah ring road masuk Jalan
Wonosari KM 5 (Ketandan), Bantul, DI Yogyakarta untuk isoma dan kuliner di “Goeboek
Resto” sembari menikmati design dan interior klasik ditengah tampu temaram. Usai santap malam kami
melanjutkan perjalanan pulang ke Pacitan. (AW)












